Dewantara

Proyek Dewantara adalah proyek perdana Berguru dimana kami akan membuat video-video pengajaran untuk 3 mata pelajaran dasar, yaitu matematika, fisika, dan ekonomi. Pada proyek perdana ini, materi-materi yang diajarkan hanya akan mencakup materi pelajaran dari jenjang pendidikan SMA dan sederajat. Materi pelajaran lainnya untuk jenjang pendidikan yang lebih luas akan menjadi objek dari proyek-proyek Berguru berikutnya. Topik-topik dipilih berdasarkan kurikulum nasional 2013 yang dikembangkan dari beberapa sumber literatur. Hasil akhir yang diharapkan dari proyek Dewantara adalah video-video pengajaran yang dapat diakses melalui situs Berguru.

Motivasi di Balik Proyek Dewantara

Proyek Dewantara adalah sebuah langkah nyata demi mewujudkan visi Berguru sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi kami tentang bagaimana membuat video-video pengajaran yang menarik. Proses pendokumentasian materi pengajaran cukup panjang dan melibatkan banyak pihak. Ada banyak tantangan yang harus diatasi di setiap tahapnya. Pada tahap awal, kami harus menjamin bahwa materi yang disampaikan lengkap dan sesuai dengan kurikulum nasional. Untuk mengatasi tantangan ini, proses pendokumentasian materi dimulai dengan pembuatan peta topik yang akan diajarkan. Pada tahap perekaman video, tantangannya adalah bagaimana membuat video yang berkualitas dan menyampaikan materi yang tidak membosankan. Untuk membuat video yang menarik dan tidak membosankan, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, misalnya kejernihan suara, volume dan artikulasi pembicara, kesesuaian antara kata-kata dan gambar yang ditampilkan, serta cara penyampaian materi itu sendiri. Menyadari banyaknya hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam proses pendokumentasian sebuah mata pelajaran, tim Berguru harus memulai dari sebuah proyek dalam skala kecil dan belajar dari prosesnya sebelum melakukan proyek-proyek lainnya yang jauh lebih besar cakupannya.

Pihak – Pihak yang Terlibat

Proyek Dewantara melibatkan orang-orang dengan dua keahlian utama, yaitu pengajar materi dan penyusun video.

  • Pengajar
  • Para pengajar adalah orang-orang beruntung yang mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan dasar dan bersedia membagi ilmu yang mereka miliki kepada orang lain. Di tengah kesibukan sehari-hari, mereka bersedia meluangkan waktu untuk membuat video-video pengajaran karena mereka percaya bahwa ilmu yang dibagikan membawa manfaat bagi generasi penerus bangsa ini. Selain itu, mereka juga percaya bahwa ilmu pengetahuan mereka akan semakin berkembang dengan mengajarkannya kepada orang lain.

    Selama proses pembuatan video, para pengajar yang terbagi ke dalam tiga tim sesuai dengan mata pelajaran ini akan datang ke suatu tempat untuk mengajar dengan materi yang telah disusun sebelumnya. Proses pengajaran ini akan direkam dan hasilnya akan diolah dan disunting sehingga menghasilkan video-video pengajaran yang rapih dan menarik.

  • Penyusun Video
  • Para penyusun video membantu para pengajar merekam proses mengajar dan mengolahnya sehingga menjadi video-video yang menarik untuk ditonton. Mereka bertanggung jawab untuk mengoperasikan alat-alat yang digunakan pada saat perekaman dan memastikan prosesnya berjalan tanpa gangguan teknis yang berarti. Mereka kemudian memeriksa ulang semua video klip, memotong-motong bagian yang tidak diperlukan, dan menyatukan semua klip menjadi sebuah video utuh tanpa mengurangi konten yang hendak disampaikan.

    Sasaran Manfaat

    Video-video yang dihasilkan melalui proyek Dewantara akan dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin belajar matematika, fisika, dan ekonomi, khususnya materi yang diajarkan di jenjang pendidikan SMA. Manfaat terbesar akan dirasakan oleh para siswa SMA karena mereka dapat mengulang materi yang diajarkan di kelas. Kesempatan untuk mengulang materi pelajaran di luar kelas akan sangat membantu para siswa yang harus absen karena sakit atau keperluan mendesak lainnya sehingga mereka tidak ketinggalan materi jika dibandingkan dengan teman-teman sekelas mereka. Manfaat dari proyek ini juga akan dapat dirasakan oleh para siswa yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di kelas karena berbagai hal, seperti misalnya putus sekolah, mengikuti program home schooling, atau sudah tidak termasuk ke dalam usia sekolah tapi ingin belajar. Dengan tersedianya materi-materi di situs Berguru, para siswa yang termasuk ke dalam kategori ini akan dapat mengakses materi yang sama dengan materi-materi yang diterima oleh para siswa yang mengikuti proses pembelajaran normal di dalam kelas. Selain pihak-pihak yang telah disebutkan sebelumnya, manfaat dari proyek Dewantara ini juga dapat dirasakan oleh pihak-pihak lain, seperti guru atau tenaga pengajar, relawan pengajar, atau para orangtua murid.

    Jangka Waktu

    Proyek Dewantara direncanakan selesai pada bulan Januari 2018, bertepatan dengan dimulainya masa persiapan Ujian Nasional. Dengan demikian, para siswa dapat memanfaatkan video-video pengajaran yang dihasilkan dari proyek ini sebagai bahan persiapan Ujian Nasional maupun Ujian Akhir Sekolah.

    Daftar Topik

  • Matematika
  • Fisika
  • Ekonomi
  • Arti Nama Dewantara

    Nama “Dewantara” diambil dari nama tokoh penting di dalam dunia pendidikan Indonesia yang dikenal juga sebagai Bapak Pendidikan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir di sebuah keluarga priyayi Jawa di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Karena berasal dari keluarga bangsawan, Ki Hajar Dewantara bisa mendapatkan akses ke pendidikan di sekolah kolonial. Pada jaman penjajahan Belanda, akses ke sekolah adalah sebuah kesempatan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang tertentu dan Ki Hajar Dewantara adalah salah satu dari orang-orang yang beruntung tersebut. Beliau bahkan bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah kedokteran yang bernama STOVIA namun tidak dapat menyelesaikan pendidikannya karena jatuh sakit.

    Terlahir dari keluarga bangsawan dan mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tak lantas membuat Ki Hajar Dewantara acuh terhadap bangsa Indonesia. Beliau aktif menulis kritik terhadap pemerintah kolonial Belanda dan menjadi salah satu orang yang sangat berperan di dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Beliau bahkan sempat diasingkan ke Belanda karena tulisan-tulisannya dianggap membahayakan. Akan tetapi, Beliau memanfaatkan waktu pengasingan tersebut untuk terlibat di dalam sebuah organisasi siswa Indonesia dan mematangkan niat Beliau untuk membuat sistem pendidikan bagi bangsa Indonesia.

    Sepulangnya dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa bersama kakak Beliau. Pada jaman penjajahan Belanda, pendidikan hanya disediakan bagi orang-orang Belanda dan anggota keluarga bangsawan Jawa. Orang-orang Indonesia biasa tidak diperbolehkan mengikuti pendidikan. Sekolah Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara mencoba menyingkirkan diskriminasi pendidikan pada jaman itu dengan berjuang menyediakan pendidikan bagi orang-orang Indonesia yang tidak berasal dari keluarga bangsawan.

    Pandangan Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan pada masanya sama dengan pandangan tim Berguru. Menurut Beliau, pendidikan seharusnya tersedia dan dapat diakses oleh semua orang, tanpa membedakan jenis kelamin, suku, etnis, budaya, agama, maupun status sosial dan status ekonomi orang tersebut. Lebih jauh Beliau berpendapat bahwa pendidikan sedianya didasakan kepada nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia untuk mencari ilmu pengetahuan. Ide Beliau inilah yang coba diwujudkan oleh Berguru di dalam setiap kegiatannya, termasuk proyek Dewantara ini. Sama seperti apa yang telah dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara, proyek Dewantara mengajak orang-orang yang termasuk ke dalam golongan “bangsawan” intelektual untuk membagikan ilmu mereka dan turut membantu terwujudnya akses kepada ilmu pengetahuan yang merata bagi bangsa Indonesia. Siapa sangka bahwa kondisi pendidikan saat ini masih bisa dianalogikan dengan kondisi pendidikan pada masa Ki Hajar Dewantara.

    Partisipasi

    Berguru membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berpartisipasi di dalam proyek ini dengan menjadi pengajar atau penyunting video. Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul di benak calon relawan dapat ditemukan jawabannya di bawah ini.

    1. Apakah setiap relawan harus memiliki alat perekam atau laptop masing-masing?

    Jawab: Tidak harus. Tim Berguru akan menyediakan laptop dan alat perekam. Para relawan cukup berpartisipasi di dengan mempersiapkan diri untuk mengajar dan meluangkan waktu untuk datang ke suatu tempat untuk proses perekaman. Jadwal dan waktu perekaman akan didiskusikan terlebih dahulu dengan relawan yang bersangkutan. Karena saat ini Berguru baru memiliki perwakilan di kota Jakarta, proses perekaman baru bisa dilakukan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    2. Apakah relawan harus mempersiapkan materi ajarnya sendiri?

    Jawab: Seperti yang bisa diunduh dari tautan – tautan di atas, tim Berguru sudah membuat peta materi untuk masing-masing mata pelajaran. Berdasarkan peta materi ini, para relawan diharapkan mampu membuat detail rencana ajar untuk setiap video, termasuk soal-soal latihan apabila diperlukan. Para relawan untuk satu bidang studi akan menjadi sebuah tim yang akan saling mendukung dan bersama-sama mengembangkan rencana ajar dari peta materi yang ada. Para relawan juga akan diberikan sumber literatur yang baik sehingga dapat dijadikan panduan di dalam mengembangkan rencana ajar.

    3. Apakah ini kegiatan sukarela atau ada kompensasi?

    Jawab: Tim Berguru telah mengalokasikan sedikit dana untuk pengembangan masing-masing mata pelajaran. Akan tetapi, biaya aktual yang harus dihabiskan untuk proses pendokumentasian materi-materi bergantung pada kesepakatan dengan para relawan.

    4. Siapa saja yang boleh berpartisipasi?

    Jawab: Semua orang tentu bisa berpartisipasi asalkan menguasai materi dan mau membagikan ilmunya kepada orang lain.

    5. Bagaimana jika Saya tidak terlalu percaya diri untuk mengajar?

    Jawab: Kalian bisa berpartisipasi dalam bentuk lain, misalnya menjadi penyunting video. Sebagai penyunting video, kalian akan membantu mengoperasikan perangkat perekaman lalu kalian akan menyunting cuplikan-cuplikan video dan menggabungkannya menjadi satu.

    6. Adakah bentuk partisipasi yang lain?

    Jawab: Tentu saja ada! Jika kalian mendukung visi kami dan ingin berkontribusi dalam bentuk lain, silahkan hubungi kami untuk mendiskusikan bentuk partisipasi kalian tersebut. Kami tentu senang sekali apabila ada banyak orang yang bekerja bersama untuk demi terwujudnya visi yang sama.

    7.Bagaimana cara menjadi relawan?

    Jawab: Sederhana. Isi formulir pendaftaran yang ada di bawah atau kirim pesan ke alamat surel kami.

    Mari Terlibat

    Setiap orang yang ingin terlibat di dalam proyek Dewantara atau sekedar ingin memberikan masukan atau pertanyaan, silahkan hubungi kami melalui halaman berikut ini atau email ke info@berguru.org .

    Daftar sekarang